Search Engine dan Portal
Search Engine adalah program komputer yang dirancang untuk membantu seseorang menemukan file-file yang disimpan dalam komputer, misalnya dalam sebuah server umum di web (WWW) atau dalam komputer sendiri. Mesin pencari memungkinkan kita untuk meminta content media dengan kriteria yang spesifik (biasanya yang berisi kata atau frasa yang kita tentukan) dan memperoleh daftar file yang memenuhi kriteria tersebut. Mesin pencari biasanya menggunakan indeks (yang sudah dibuat sebelumnya dan dimutakhirkan secara teratur) untuk mencari file setelah pengguna memasukkan kriteria pencarian.
Dalam konteks Internet, mesin pencari biasanya merujuk kepada WWW dan bukan protokol ataupun area lainnya. Selain itu, mesin pencari mengumpulkan data yang tersedia di newsgroup, database besar, atau direktori terbuka seperti DMOZ.org. Karena pengumpulan datanya dilakukan secara otomatis, mesin pencari berbeda dengan direktori Web yang dikerjakan manusia.
Sebagian besar mesin pencari dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan algoritma kepemilikan dan database tertutup - yang paling populer adalah Google (MSN Search dan Yahoo! tertinggal sedikit di belakang). Telah ada beberapa upaya menciptakan mesin pencari dengan sumber-terbuka (open-source), contohnya adalah Htdig, Nutch, Egothor dan OpenFTS.
Cara Kerja Search Engine
Mesin pencari web bekerja dengan cara menyimpan informasi tentang banyak halaman web, yang diambil langsung dari WWW. Halaman-halaman ini diambil dengan web crawler — browser web otomatis yang mengikuti setiap pranala yang dilihatnya. Isi setiap halaman lalu dianalisis untuk menentukan cara mengindeksnya (misalnya, kata-kata diambil dari judul, subjudul, atau field khusus yang disebut meta tag). Data tentang halaman web disimpan dalam sebuah database indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya. Sebagian mesin pencari, seperti Google, menyimpan seluruh atau sebagian halaman sumber (yang disebut cache) maupun informasi tentang halaman web itu sendiri.
Selain halaman web, Mesin pencari juga menyimpan dan memberikan informasi hasil pencarian berupa pranala yang merujuk pada file, seperti file audio, file video, gambar, foto dan sebagainya, serta informasi tentang seseorang, suatu produk, layanan, dan informasi beragam lainnya yang semakin terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi.
Ketika seorang pengguna mengunjungi mesin pencari dan memasukkan query, biasanya dengan memasukkan kata kunci, mesin mencari indeks dan memberikan daftar halaman web yang paling sesuai dengan kriterianya, biasanya disertai ringkasan singkat mengenai judul dokumen dan kadang-kadang sebagian teksnya.
Ada jenis mesin pencari lain: mesin pencari real-time, seperti Orase. Mesin seperti ini tidak menggunakan indeks. Informasi yang diperlukan mesin tersebut hanya dikumpulkan jika ada pencarian baru. Jika dibandingkan dengan sistem berbasis indeks yang digunakan mesin-mesin seperti Google, sistem real-time ini unggul dalam beberapa hal: informasi selalu mutakhir, (hampir) tak ada pranala mati, dan lebih sedikit sumberdaya sistem yang diperlukan. (Google menggunakan hampir 100.000 komputer, Orase hanya satu.) Tetapi, ada juga kelemahannya: pencarian lebih lama rampungnya.
Manfaat mesin pencari bergantung pada relevansi hasil-hasil yang diberikannya. Meskipun mungkin ada jutaan halaman web yang mengandung suatu kata atau frase, sebagian halaman mungkin lebih relevan, populer, atau autoritatif daripada yang lain. Kebanyakan mesin pencari menggunakan berbagai metode untuk menentukan peringkat hasil pencarian agar mampu memberikan hasil "terbaik" lebih dahulu. Cara mesin menentukan halaman mana yang paling sesuai, dan urutan halaman-halaman itu diperlihatkan, sangat bervariasi. Metode-metodenya juga berubah seiring waktu dengan berubahnya penggunaan internet dan berevolusinya teknik-teknik baru.
Sebagian besar mesin pencari web adalah usaha komersial yang didukung pemasukan iklan dan karenanya sebagian menjalankan praktik kontroversial, yaitu membolehkan pengiklan membayar agar halaman mereka diberi peringkat lebih tinggi dalam hasil pencarian.
Sejarah Search Engine
Mesin pencari pertama adalah "Wandex", yang sekarang index yang tidak berfungsi dari World Wide Web Wanderer, suatu web crawler dibangun oleh Matthew Gray di MIT pada 1993. Mesin pencari lain yang lama, Aliweb, juga muncul di 1993 dan masih berjalan hingga saat ini. Salah satu mesin pencari pertama yang sekarang berkembang menjadi usaha komersial yang cukup besar adalah Lycos, yang dimulai di Carnegie Mellon University sebagai proyek riset di tahun 1994.
Segera sesudah itu, banyak mesin pencari yang bermunculan dan bersaing memperebutkan popularitas. Termasuk di antaranya adalah WebCrawler, Hotbot, Excite, Infoseek, Inktomi, dan AltaVista. Mereka bersaing dengan direktori-direktori populer seperti misalnya Yahoo. Belakangan direktori-direktori ini menggabungkan atau menambahkan teknologi mesin pencari agar fungsinya semakin meningkat.
Pada tahun 2002, Yahoo! mengakuisisi Inktomi dan pada 2003, mengakuisisi Overture yang memiliki AlltheWeb dan Altavista. Tahun 2004, Yahoo! meluncurkan mesin pencarinya sndiri yang didasarkan pada teknologi gabungan dari mesin-mesin yang telah diakuisisinya dan memberikan pelayanan yang mengutamakan mesin pencari Web daripada direktorinya.
Pada Desember 2003, Orase menerbitkan versi pertama dari teknologi pencari waktu-riilnya. Mesin ini memiliki banyak fungsi baru dan performancenya meningkat sangat hebat.
Mesin pencari juga dikenal sebagai bintang-bintang yang paling cemerlang dalam perlombaan investasi Internet yang terjadi pada akhir tahun 1990-an. Beberapa perusahaan masuk ke dalam pasar dengan hebat, mencatat keuntungan besar pada penawaran publik pertamanya. Sebagian lagi sama sekali menyingkirkan mesin pencari publiknya, dan hanya memasarkan edisi-edisi Enterprise saja, seperti misalnya Northern Light yang dulunya adalah salah satu dari 8 atau 9 mesin pencari awal setelah Lycos muncul.
Sebelum munculnya Web, ada pula mesin-mesin pencari untuk [protokol]] atau penggunaan lain, seperti misalnya Archie search engine untuk situs-situs FTP anonim dan Veronica search engine untuk Gopher protocol.
Buku Osmar R. Zaïane From Resource Discovery to Knowledge Discovery on the Internet menjelaskan secara rinci sejarah teknologi mesin pencari sebelum munculnya Google.
Mesin-mesin pencari lainnya mencakup a9.com, AlltheWeb, Ask Jeeves, Clusty, Gigablast, Teoma, Wisenut, GoHook, Kartoo, dan Vivisimo.
Google
Sekitar tahun 2001, mesin pencari Google berkembang lebih besar. Keberhasilan ini didasarkan pada bagian konsep dasar dari link popularity dan PageRank. Setiap halaman diurutkan berdasarkan seberapa banyak situs yang terkait, dari sebuah premis bahwa situs yang diinginkan pasti lebih banyak terkoneksi daripada yang lain. Rangking situs (The PageRank)dari sebuah link halaman dan jumlah link dari halaman-halaman tersebut merupakan masukan bagi Rangking situs yang bersangkutan. Hal ini memungkinkan bagi Google untuk mengurutkan hasilnya berdasarkan seberapa banyak halaman situs yang menuju ke halaman yang ditemukannya. User interface Google sangat disukai oleh pengguna, dan hal ini berkembang ke para pesaingnya.
Macam Search Engine di internet
* Alexa Internet
* Ask.com (sebelumnya Ask Jeeves)
* Exalead
* Gigablast
* Google
* Live Search (sebelumnya MSN Search)
* MozDex
* Yahoo! Search
Search Engine berbasis Microsoft
* MSN
* Bing
Search Engine berbasis Google
* AOL Search
* CompuServe Search
* Mahalo.com
* MySpace Search
* Netscape
* Ripple
Search Engine berbasis Yahoo!
* AltaVista
* AlltheWeb
* GoodSearch
* Rectifi
Search Engine berbasis Windows Live
* A9.com
* Ms. Dewey
* Tafiti
Search Engine berbasis Ask.com
* iWon
* Lycos
Search Engine source
* DataparkSearch
* Egothor
* Gonzui
* Grub
* Ht://dig
* Lucene
* Lemur Toolkit & Indri Search Engine
* mnoGoSearch
* Namazu
* Nutch
* OpenFTS
* Sciencenet untuk pengetahuan sains yang berdasarkan pada teknologi yacy
* Sphinx
* SWISH-E
* Terrier Search Engine
* Search Wikia
* Xapian
* YaCy
* Zettair
Search Engine meta
* Bioinformatic Harvester
* Brainboost
* Clusty
* Dogpile
* Excite
* HotBot
* Info.com
* Ixquick
* Mamma
* Metacrawler
* MetaLib
* Myriad Search
* PolyMeta
* SideStep
* Turbo10
* WebCrawler
Search Engine lokal
* Accoona, Cina/AS
* Alleba, Filipina
* Ansearch, Australia/AS/UK/NZ
* Baidu, Cina
* Daum, Korea
* Guruji.com, India
* Araby, Timur Tengah
* Miner.hu, Hungaria
* Nadji.si, Slovenia
* Naver, Korea
* Rambler, Rusia
* Rediff, India
* SAPO, Portugal
* Search.ch, Swiss
* Walla!, Israel
* Yandex, Rusia
Search Engine orang
* Ex.plode.us
* InfoSpace
* Spock
* Yellowpages.com
* Zabasearch.com
* ZoomInfo
Search Engine berbasis email
* TEK
Search Engine visual
* Grokker
* Kartoo
* Quintura
Search Engine berbasis jawaban
* Answers.com
* AskMeNow
* BrainBoost
* eHow
* Lexxe
* Lycos iQ
* Windows Live QnA
* Yahoo! Answers
Search Engine pekerjaan
* Bixee.com (India)
* CareerBuilder.com (AS)
* Craiglist (menurut kota)
* Eluta.ca (Kanada)
* Hotjobs.com (AS)
* Indeed.com (AS)
* Monster.com (AS)
* Naukri.com (India)
* Recruit.net (Internasional)
* SimplyHired.com (AS)
Search Engine forum
* Omgili
Search Engine blog
* Amatomu
* Bloglines
* BlogScope
* IceRocket
* Sphere
* Technorati
Search Engine berita
* Google News
* MagPortal
* Newslookup
* Nexis (Lexis Nexis)
* Topix.net
* Yahoo! News
Search Engine multimedia
* blinkx
* FindSounds
* Picsearch
* Podscope
Search Engine kode
* Google Code Search
* JExamples
* Koders
* Krugle
Search Engine BitTorrent
Search Engine berikut bekerja di sepanjang protokol BitTorrent
* Btjunkie
* Demonoid
* FlixFlux
* Isohunt
* Mininova
* The Pirate Bay
* TorrentSpy
Search Engine kesehatan
* Bioinformatic Harvester
* Entrez (termasuk Pubmed)
* EB-eye EBi's Search Engine EMBL-EBI's Search Engine
* GoPubMed (berbasiskan: GO - GeneOntology)
* Healia
* KMLE Medical Dictionary
* MeshPubMed (berbasiskan: MeSH - Medical Subject Headings)
* Searchmedica
* WebMD
Search Engine bisnis
* Thomasnet (Amerika Serikat)
* Business.com
* Nexis (Lexis Nexis)
* Look4match.com (Indonesia)
Search Engine harga barang
* Addall [www.addall.com Pencari harga buku]
* Google Product Search (sebelumnya Froogle)
* Kelkoo
* MSN Shopping
* MySimon
* NexTag
* PriceRunner
* Shopping.com
* Shopzilla (juga mengoperasikan Bizrate)
* TheFind.com
* TolMol.com (India)
* Amgem.us
Search Engine geografi
* Géoportail
* Google Maps
* MapQuest
* Windows Live Maps
* Yahoo! Maps
Search Engine sosial
* Google Co-op
* Rollyo
* Wink
* Trexy
Search Engine desktop
* Autonomy
* Beagle
* Copemic Desktop Search
* Docco
* Filehawk
* Gaviri PocketSearch
* Google Desktop
* imgSeek
* ISYS Search Software
* Likasoft Archivarius 3000
* Meta Tracker
* Spotlight
* Terrier Search Engine
* Tropes Zoom
* Windows Desktop Search
* X1 Professional Client
Sumber :
www.wikipedia.org
Kamis, 17 Maret 2011
ILMU BUDAYA DASAR
Keris
Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berliku-liku, dan banyak di antaranya memiliki pamor (damascene), yaitu guratan-guratan logam cerah pada helai bilah. Jenis senjata tikam yang memiliki kemiripan dengan keris adalah badik.
Keris Indonesia telah terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia sejak 2005.
Pada masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam duel/peperangan, sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian. Pada penggunaan masa kini, keris lebih merupakan benda aksesori (ageman) dalam berbusana, memiliki sejumlah simbol budaya, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya.
Penggunaan keris tersebar pada masyarakat penghuni wilayah yang pernah terpengaruh oleh Majapahit, seperti Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, pesisir Kalimantan, sebagian Sulawesi, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan (Mindanao). Keris Mindanao dikenal sebagai kalis. Keris di setiap daerah memiliki kekhasan sendiri-sendiri dalam penampilan, fungsi, teknik garapan, serta peristilahan.
- Asal Usul dan Fungsi Keris
Bahan, pembuatan, dan perawatan
Logam dasar yang digunakan dalam pembuatan keris adalah besi dan baja. Untuk membuatnya ringan para empu selalu mencampur bahan dasar ini dengan logam lain. Keris masa kini (nèm-nèman, dibuat sejak abad ke-20) biasanya memakai campuran nikel. Keris masa lalu (keris kuna) yang baik memiliki campuran batu meteorit yang diketahui memiliki kandungan titanium yang tinggi, di samping nikel, kobal, perak, timah putih, kromium, antimonium, dan tembaga. Batu meteorit yang terkenal adalah meteorit Prambanan, yang pernah jatuh pada abad ke-19 di kompleks percandian Prambanan.
Pembuatan keris bervariasi dari satu empu ke empu lainnya, tetapi terdapat prosedur yang biasanya bermiripan. Berikut adalah proses secara ringkas menurut salah satu pustaka. Bilah besi sebagai bahan dasar diwasuh atau dipanaskan hingga berpijar lalu ditempa berulang-ulang untuk membuang pengotor (misalnya karbon serta berbagai oksida). Setelah bersih, bilah dilipat seperti huruf U untuk disisipkan lempengan bahan pamor di dalamnya. Selanjutnya lipatan ini kembali dipanaskan dan ditempa. Setelah menempel dan memanjang, campuran ini dilipat dan ditempa kembali berulang-ulang. Cara, kekuatan, dan posisi menempa, serta banyaknya lipatan akan memengaruhi pamor yang muncul nantinya. Proses ini disebut saton. Bentuk akhirnya adalah lempengan memanjang. Lempengan ini lalu dipotong menjadi dua bagian, disebut kodhokan.
Satu lempengan baja lalu ditempatkan di antara kedua kodhokan seperti roti sandwich, diikat lalu dipijarkan dan ditempa untuk menyatukan. Ujung kodhokan lalu dibuat agak memanjang untuk dipotong dan dijadikan ganja. Tahap berikutnya adalah membentuk pesi, bengkek (calon gandhik), dan terakhir membentuk bilah apakah berluk atau lurus. Pembuatan luk dilakukan dengan pemanasan.
Tahap selanjutnya adalah pembuatan ornamen-ornamen (ricikan) dengan menggarap bagian-bagian tertentu menggunakan kikir, gerinda, serta bor, sesuai dengan dhapur keris yang akan dibuat. Silak waja dilakukan dengan mengikir bilah untuk melihat pamor yang terbentuk. Ganja dibuat mengikuti bagian dasar bilah. Ukuran lubang disesuaikan dengan diameter pesi. Tahap terakhir, yaitu nyepuhi, dilakukan agar keris tampak tua. Pada keris Filipina tidak dilakukan proses ini. Nyepuhi ("menuakan") dilakukan dengan memasukkan bilah ke dalam campuran belerang, garam, dan perasan jeruk nipiskamalan). Nyepuhi juga dapat dilakukan dengan memijarkan keris lalu dicelupkan ke dalam cairan (air, air garam, atau minyak kelapa, tergantung empu yang membuat). TIndakan nyepuhi harus dilakukan dengan hati-hati karena bila salah dapat membuat keris retak. (disebut
Pemberian warangan dan minyak pewangi dilakukan sebagaimana perawatan keris pada umumnya. Perawatan keris dalam tradisi Jawa dilakukan setiap tahun, biasanya pada bulan Muharram/Sura, meskipun hal ini bukan keharusan. Istilah perawatan keris adalah "memandikan" keris, meskipun yang dilakukan sebenarnya adalah membuang minyak pewangi lama dan karat pada bilah keris, biasanya dengan cairan asam (secara tradisional menggunakan air buah kelapa, hancuran buah mengkudu, atau perasan jeruk nipis). Bilah yang telah dibersihkan kemudian diberi warangan bila perlu untuk mempertegas pamor, dibersihkan kembali, dan kemudian diberi minyak pewangi untuk melindungi bilah keris dari karat baru. Minyak pewangi ini secara tradisional menggunakan minyak melati atau minyak cendana yang diencerkan pada minyak kelapa.- Keris Modern
Keris modern yang dikenal saat ini diyakini para sejarawan memperoleh bentuknya pada masa Majapahit (abad ke-14) dan Kesultanan Mataram baru (abad ke-17-18), meskipun relief di Candi Bahal peninggalan Kerajaan Panai/Pane (abad ke-11 M), sebagai bagian dari kerajaan Sriwijaya, di Portibi Sumatera Utara, menunjukan indikasi bahwa pada abad 10-11 keris sebagaimana yang dikenal sekarang sudah menemukan bentuknya. Dari abad ke-15, salah satu relief di Candi Sukuh, yang merupakan tempat pemujaan dari masa akhir Majapahit, dengan gamblang menunjukkan seorang empu tengah membuat keris. Hal ini menjadi alasan para ahli untuk menyatakan bahwa bentuk keris yang dikenal sekarang telah mencapai perkembangan modernnya pada masa Majapahit.
Catatan Ma Huan dari tahun 1416, anggota ekspedisi Cheng Ho, dalam "Ying-yai Sheng-lan" menyebutkan bahwa orang-orang Majapahit selalu mengenakan "belati" (pu-la-t'ou) yang diselipkan pada ikat pinggang. Terdapat deskripsi yang menunjukkan bahwa "belati" ini adalah keris dan teknik pembuatan pamor telah berkembang baik.. Tome Pires, penjelajah Portugis dari abad ke-16, menyinggung tentang kebiasaan penggunaan keris oleh laki-laki Jawa. Deskripsinya tidak jauh berbeda dari yang disebutkan Ma Huan seabad sebelumnya.Berita-berita Portugis dan Prancis dari abad ke-17 telah menunjukkan penggunaan meluas pamor dan pemakaian pegangan keris dari kayu, tanduk, atau gading di berbagai tempat di Nusantara.
http://id.wikipedia.org/wiki/Keris
Rabu, 05 Januari 2011
Sejarah Blangkon
Sejarah Blangkon
Blangkon adalah tutup kepala yang digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional jawa. Blangkon sebenarnya bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik. Tidak ada catatan sejarah yang dapat menjelaskan asal mula pria jawa memakai ikat kepala atau penutup kepala ini.
ada teori lain yang berasal dari para sesepuh yang mengatakan bahwa pada jaman dahulu, iket kepala tidaklah permanen seperti sorban yang senantiasa diikatkan pada kepala. Tetapi dengan adanya masa krisis ekonomi akibat perang, kain menjadi satu barang yang sulit didapat. Oleh sebab itu , para petinggi keraton meminta seniman untuk menciptakan ikat kepala yang menggunakan separoh dari biasanya untuk efisiensi maka terciptalah bentuk penutup kepala yang permanen dengan kain yang lebih hemat yang disebut blangkon.
Spoiler for for sejarah blangkon:
pada jaman dahulu, blangkon memang hanya dapat dibuat oleh para seniman ahli dengan pakem (aturan) yang baku. semakin memenuhi pakem yang ditetapkan, maka blangkon tersebut akan semakin tinggi nilainya. seorang ahli kebudayaan bernama becker pernah meneliti tata cara pembuatan blangkon ini, ternyata pembuatan blangkon memerlukan satu keahlian yang disebut “virtuso skill”. menurut nya : “that an object is useful, that it required virtuso skill to make –neither of these precludes it from also thought beatiful. Some craft generete from within their own tradition a feeling for beauty and with it appropriete aesthetic standards and common of taste”.
Spoiler for sejarah blangkon:
blangkon pada prinsipnya terbuat dari kain iket atau udeng berbentuk persegi empat bujur sangkar. ukurannya kira-kira selebar 105 cm x 105 cm. yang dipergunakan sebenarnya hanya separoh kain tersebut. Ukuran blangkon diambil dari jarak antara garis lintang dari telinga kanan dan kiri melalui dahi dan melaui atas. pada umumnya bernomor 48 paling kecil dan 59 paling besar.
Spoiler for sejarah blangkon:
blangkon terdiri dari beberapa tipe yaitu : Menggunakan mondholan, yaitu tonjolan pada bagian belakang blangkon yang berbentuk seperti onde-onde. blangkon ini disebut sebagai blangkon gaya yogyakarta. Tonjolan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bagian belakang kepala, sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon. Lilitan rambut itu harus kencang supaya tidak mudah lepas.
Spoiler for sejarah blangkon:
model trepes, yang disebut dengan gaya surakarta. gaya ini merupakan modifikasi dari gaya yogyakarta yang muncul karena kebanyakan pria sekarang berambut pendek. Model trepes ini dibuat dengan cara menjahit langsung mondholan pada bagian belakang blangkon. Selain dari suku jawa (sebagian besar berasal dari provinsi jawa tengah, diy, dan jawa timur), ada beberapa suku laindi indonesia yang memakai iket kepala yang mirip dengan blangkon jawa yaitu : Suku sunda (sebagian besar berasal dari provinsi jawa barat dan banten), suku madura, suku bali, dan lain-lain. Hanya saja dengan pakem dan bentuk ikat yang berbeda-beda.
Sumber:
http://www.f*rumkami.com/forum/sejarah/33764-sejarah-blangkon-pria-jawa.html
News
Daftar minuman isotonik berbahaya
Zat pengawet yang ada dalam minuman kemasan itu sangat berbahaya. Salah satunya bisa menyebabkan penyakit sistemic lupus erythematosus (SLE), penyakit yang meyerang sistem kekebalan tubuh. Komite Masyarakat Antibahan Pengawet (Kombet) kemarin merilis hasil risetnya terhadap 28 minuman dalam kemasan. Paling banyak diteliti adalah minuman isotonik. ''Ternyata sebagian besar minuman dalam kemasan mengandung bahan pengawet yang membahayakan tubuh,'' kata Ketua Kombet Nova Kurniawan saat Konferensi Pers di Hotel Sari Pan Pasific.
Hasilnya, diklasifikasikan dalam empat kategori.
Kategori pertama adalah produk yang tidak ditemukan bahan pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat. Yakni Pocari Sweat, Vita-Zone, NU Apple EC, Jus AFI, dan Sportion.
Kategori kedua, produk yang mengandung pengawet natrium benzoat dan mencantumkannya di label kemasan. Minuman yang masuk kategori ini adalah Freezz Mix, Ize Pop, Nihau Orange Drink, Zhuka Sweat, Amazone, Kino Sweat, Arinda Sweat, Arinda Ice Coffee, Cafeta, Vzone, Pocap, Amico Sweat, Okky Jelly Drink, Deli Jus,Mizone,Fruitsam,dan CLICKZ(tambahan agan altair)
Kategori pertama adalah produk yang tidak ditemukan bahan pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat. Yakni Pocari Sweat, Vita-Zone, NU Apple EC, Jus AFI, dan Sportion.
Kategori kedua, produk yang mengandung pengawet natrium benzoat dan mencantumkannya di label kemasan. Minuman yang masuk kategori ini adalah Freezz Mix, Ize Pop, Nihau Orange Drink, Zhuka Sweat, Amazone, Kino Sweat, Arinda Sweat, Arinda Ice Coffee, Cafeta, Vzone, Pocap, Amico Sweat, Okky Jelly Drink, Deli Jus,Mizone,Fruitsam,dan CLICKZ(tambahan agan altair)
Kategori ketiga, ada juga minuman yang mengandung dua pengawet, natrium benzoat dan kalium sorbat, tetapi hanya mencantumkan satu jenis pengawet. Yakni Boy-zone, dan Zegar Isotonik.
Kategori keempat, yang paling parah adalah minuman yang mengandung pengawet, tapi tidak mencantumkannya dalam label kemasan. Minuman tersebut adalah Kopi Kap, Jolly Cool Drink, Zporto, Jungle Juice, Zestea, dan Mogu-mogu.
''Kategori ketiga dan keempat masuk dalam kategori pembohongan publik. Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan Depkes harus bertindak tegas dan menarik produk tersebut dari pasar,'' kata Nova.
Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5432221
Tabrakan Bintang Ganda Masif
Tabrakan Bintang Ganda Masif
Untuk pertama kalinya, parameter untuk sistem bintang ganda muda yang sangat masif berhasil ditentukan.Pengukuran dilakukan menggunakan satelit Far Ultraviolet Spectroscopic Explorer (FUSE) dan teleskop landas bumi milik NASA.Sistem yang dikenal dengan nama LH54-425 terletak di Large Magellanic Cloud, galaksi satelit dari Bimasakti. Sistem bintang ganda ini terdiri dari dua bintang kelas O, yang merupakan kelas buat tipe bintang yang sangat masif dan terang di alam semesta.Spektrum yang dihasilkan menggunakan teleskop 1,5 meter di Cerro-Tololo Inter-American Observatory di Chile menunjukkan kalau kedua bintang memiliki 62 dan 37 kali massa Matahari. Letak keduanya juga sangat dekat hanya berkisar satu per enam jarak rata-rata Bumi-Matahari, dan keduanya mengitari pusat massanya setiap 2,25 hari. Usia bintangnya sendiri diperkirakan kurang dari 3 juta tahun.
Masing-masing bintang menghembuskan angin bintang yang sangat kuat. Hasil pengamatan FUSE memperlihatkan detail pertama yang bisa dilihat mengenai apa yang terjadi saat kedua angin supersonik itu bertemu. Area tabrakan antara kedua angin itu menyelubungi bintang yang lebih kecil dan menghasilkan kurva permukaan dari gas superpanas yang memancarkan sinar-X dan radiasi jauh ultraviolet.Bintang yang lebih masif mengalirkan materinya dengan laju 500 trilyun ton per detik dengan laju kecepatan 5,4 juta mil per jam. Jumlah materi yang dialirkan tersebut 400x lebih besar dari laju kehilangan massa Matahari lewat angin bintang. Bintang yang lebih kecil melontarkan massa sekitar satu per sepuluh laju saudaranya (bintang yang lebih besar).Dan laju kehilangan massa kedua bintang konsisten dengan bintang tunggal lainnya yang memiliki temperatur dan luminositas yang sama.Dengan bertambahnya usia bintang dan juga pengembangan sampai pada ukuran tertentu, kedua bintang akan mulai mentransfer sejumlah massa diantara mereka. Proses ini akan dimulai jutaan tahun lagi. Kedua bintang mengorbit sangat dekat sehingga keduanya akan merger atau menyatu dalam perkembangan evolusinya, membentuk sebuah bintang tunggal yang sangat masif seperti anggota yang lebih masif dalam sistem bintang ganda Eta Carinae. Eta Carinae adalah salah satu bintang yang sangat masif dan cerlang di Galaksi Bimasakti dengan massa sekitar 100 massa Matahari.
Penyatuan dua bintang masif menjadi sebuah bintang tunggal super diatas 80 massa Matahari akan membentuk objek baru yang mirip Eta Carinae, yang mungkin mirip dengan LH54-425 satu juta tahun lalu. Sistem ini akan membentuk supernova yang sangat energetik.Penemuan bintang yang sangat masif pada masa awal kehidupannya merupakan hal yang sangat jarang, bahkan bisa dibilang langka. Penemuan ini akan menjadi informasi yang sangat penting dalam mempelajari sifat bintang ganda yang sangat masif, yang sampai sekarang belum sepenuhnya bisa dipahami.Kedua bintang ini berkembang (berevolusi) hanya sekejap mata dibandingkan Matahari yang tampaknya tetap sama selama lebih dari 4 miliar tahun. Sistem bintang ganda LH54-425 juga terlihat sangat berbeda dengan Eta Carinae meskipun perbedaan usianya hanya satu juta tahun. Kedua bintang masif ini melalui daur hidupnya dalam waktu singkat. Tapi apakah ia akan membentuk sesuatu seperti Eta Carinae, masih belum diketahui
Sumber : http://www.artikel-ilmiah.110mb.com/Tabrakan%20Bintang%20Ganda%20Masif.htm
Langganan:
Postingan (Atom)












